Home » » Ini yang dirasakan Ahok saat kunker bareng DPR & saat jadi gubernur

Ini yang dirasakan Ahok saat kunker bareng DPR & saat jadi gubernur



Buat seorang pejabat, lawatan keluar negeri untuk masalah kerja merupakan hal biasa. Biasanya, dalam lawatan itu banyak sekali yang dibicarakan, dari urus usaha hingga kerja sama di beberapa bagian.

Itu juga yang dirasa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sudah beberapa kali menjabat posisi strategis, kunjungan ke luar negeri bukan satu hal baru buatnya.

Kemarin, Ahok lakukan lawatan ke luar negeri dalam kapasitasnya juga sebagai gubernur DKI Jakarta. Ahok menuju Rotterdam sejak 20 September hingga 23 September tempo hari.

Tiga hari di Negara Kincir Angin, Ahok berkunjung ke beberapa tempat penting. Dia lihat beragam proyek penangan banjir yang di buat pemerintahan Rotterdam.

Ahok berkesan. Dalam akun ahok. org, mantan bupati Belitung Timur itu mem-posting perincian kegiatannya sepanjang ada disana. Dari mulai sarapan pagi hingga ke mana serta bersua siapapun dia hari ini.

Rincian itu dia posting dalam tulisan berjudul Laporan Kunjungan Kerja Basuki di Rotterdam Belanda. Sebagian waktu setelah mendarat pada 20 September, Ahok lihat proyek reklamasi serta pelabuhan di Rotterdam.

 " Mereka dalam 5 tahun cuma menggunakan 1 miliar dolar euro saja, berarti kurang lebih setara dengan Rp 3, 5 triliun saja, banding dengan siluman APBD 2015 yang Rp 12, 1 triliun, " kata Ahok.

Kunjungan kerja yang juga di hadiri pihak Pelindo pernah mengulas perihal tema pre-feasibility terlebih masalah NCICD serta pulau O P Q. Dari situ terpikir bangun Port of Jakarta seperti Port of Rotterdam.

Ahok mengakui pernah berkunjung ke water plaza, tempat nampung air bila hujan, namun bila kemarau jadi taman.

 " Sesudah tiba lihat disain kota untuk menyimpan curahan air hujan, jalan kaki keliling kota lihat serta rencana supaya air hujan tak terbuang sia-sia demikian saja, termasuk juga pajak yang dapat dihemat oleh warga bila mempunyai tempat untuk penampungan air berbentuk kebun diatas atap, " papar dia.

Pada awal mulanya, Ahok sempat juga memposting pengalaman dia waktu jadi anggota Komisi II DPR. Tulisan itu diunggah di dalam kontroversinya munculnya pimpinan DPR di kampanye akan calon presiden AS, Donald Trump.

Ahok pengalamannya waktu kunjungan kerja ke Maroko, waktu jadi anggota Komisi II DPR lantas. Perjalanan itu berlangsung pada September th. 2010 lantas.

Ahok menceritakan bagaimanakah tingkah anggota dewan yang dalam deskripsinya berniat lakukan perjalanan irit supaya duit bekas dapat dimasukkan ke kantong pribadi. Dia juga menyebutkan perjalanan dinas anggota DPR ke luar negeri untuk nyolong duit serta saat.

....... Sabtu, 25 September 2010, Pada akhirnya pada jam 00. 51 pagi saat Dubai saya terima duit bekas ticket yang cuma US$ 122 saja. Duit perjalanan dinas sebesar US$ 220 x 4 hari dipegang ketua delegasi untuk cost makan serta hotel di Maroko. Walau sebenarnya cost paket sepanjang di Maroko serta Spanyol (saya mesti turut bayar walaupun tak turut, lantaran hitungannya satu grup/grup, saya dikenakan US$ 1, 350), rincian potongan terlampir.

Tiba di Dubai jam 22. 30, pergi lagi ke Maroko dari Dubai jam 7. 35 (saat Dubai). Semestinya Maskapai Emirates kasih penginapan gratis buat yang transitnya lama, ke mana jatah ini? Padi Tur yang mengelola perjalanan DPR, kenapa seperti dapat monopoli perjalanan DPR? Atau ini disebabkan anggota DPR memanglah sukai menghemat duit dengan mencari yang termurah supaya dapat membawa istri serta anak jalan jalan bahkan juga untuk dapat ke negeri tetangga?

Tiba jam 13. 00 saat setempat di Casablanca, nunggu di VIP room hingga naik bis jam 14. 08 siang, menuju Maracas. Perjalanan perlu 3 jam. Bermalam di Maracas argumennya lantaran pusat budayanya Maroko/lantaran ibu kota lamanya Maroko.

Jam 20. 37 malam kami hingga ke restoran untuk makan malam. Tidakkah menurut jadwalnya masuk hotel dahulu, lantaran dari tempat makan ke hotel perlu 1 jam lagi. Ini tunjukkan proses jadwalnya ngaco. Harusnya sesuai sama jadwal jam 17. 30 telah masuk hotel serta makan malam jam 19. 30.

Jadwal ini memprioritaskan jalan-jalan bukannya pekerjaan?

Pada akhirnya hingga di hotel Kenzi Farah bintang 5 pada pukul 21. 06 malam. Seseorang Ibu, salah satu anggota rombongan perjalanan, jatuh sakit lantaran kecapaian. Inikah kebersamaan? Walau sebenarnya rakyat membiayai beberapa anggota DPR serta petinggi dengan ticket kelas usaha supaya dapat terus sehat serta konsentrasi dalam bertugas serta lantaran sadar ada ketidaksamaan saat yang kerap mengakibatkan masalah kesehatan/kecapaian disebabkan " jetleg ". Acara menunggu minggu sore serta senin pagi hingga siang, sesaat tenaga, pikiran serta kesehatan sudah terkuras lantaran duduk di kelas ekonomi serta perjalanan yang panjang. Seluruhnya ini untuk penghematan duit buat jalan-jalan atau buat bawa oleh-oleh?

Salahkah ada jalan-jalan sepanjang di Maroko? Untuk saya tidak jadi masalah sepanjang seputar kota Rabat tempat acara pada saat tak ada acaranya. Yang jadi permasalahan bila berniat ditata jalan-jalan dimuka, serta mengakibatkan rombongan telah kelelahan buat acara intinya. Kalimat yang sama yang saya dahulu dengar pada saat menjabat anggota DPRD kabupaten, " ini yang utama kebersamaan ", nyatanya di DPR juga sama juga.

Hingga sekarang ini saya masih tetap belum memperoleh buku tips serta jadwal acara finalnya. Penghematan-penghematan supaya bisa jalan-jalan ke Spanyol terang sangatlah keterlaluan terlebih duit harian juga dihitung termasuk juga sepanjang di Spanyol dengan duit rakyat (APBN) (Saksikan tulisan " BTP bunuh diri? ")

Minggu, 26 September 2010, kami pergi jam 8. 44 pagi saat setempat dari hotel menuju Rabat. Sesudah melalui penjelasan yang panjang lebar, pada akhirnya duit per diem saya di Maroko 4 hari saya terima pagi ini, keseluruhan terima US$ 685, dari harusnya $ 992. Kekurangan ini lantaran ketua delegasi minta $250 lagi buat dana tatktis. Argumennya dana taktis dari DPR untuk rombongan US$ 2. 000 dipakai untuk souvenir US$ 1, 000, serta buat dana penambahan untuk staf serta tenaga pakar US$ 1. 500 (US$ 500 per orang untuk 3 orang).

Jam 12. 06 masih tetap di perjalanan. Ini betul-betul keterlaluan. Acara di Rabat jam 16, kata supir menuju rabat perlu 4, 5 jam. Mana keburu? Sungguh malu acara jam 16 hingga terlambat, walau sebenarnya telah dari tempo hari siang tiba di Maroko. Jam 12. 35 kami makan siang, menanti main course. Bagaimanakah keburu jam 16 acara di Rabat? Ada yang usul minta acaranya di Rabat diundur saja, serta mereka bakal maklumlah lantaran kami dari DPR. Mungkin saja tujuannya maklum payah ; urus senantiasa jalan-jalan yang paling utama sesaat acara resmi ogah-ogahan?

0 komentar:

Posting Komentar